, ,

    Korban tewas di TKP. Bripka Galuh Dwi Setiawan 


    Probolinggo - Nahas dialami Bripka Galuh Dwi Setiawan dia mengalami Kecelakaan maut pada, Selasa (17/4/2018) pagi sekitar pukul  09.00  WIB  di jalan  jalan raya Sukapura   Desa Sepohgembol Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo. Menurut keterangan sebelum terjadinya kecelakaan korban terjatuh dari sepedanya setelah sepada Suzuki Satria Fu yang ditumpanginya tersenggol motor pengendara lain dan akhirnya korban terjatuh ke badan jalan sebelah kanan.

    Korban tewas bernama Bripka Galuh Dwi Setiawan warga Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dia merupakan  seorang anggota Polisi  Sektor Sukapura Kabupaten Probolinggo tewas setelah alami kecelakaan saat  lepas dinas dari tempat kerjanya.

    "Pada saat yang bersamaan tubuh korban terjatuh dan terlindas dum truk yang saya kemudikan," kata Sugi (45) warga Tulungagung yang merupakan sopir dumtruk dengan nopol S 9152 UU.

    Menurutnya, saat kejadian dirinya tidak sempat mengendalikan mobil yang dikemudikan dirinya. Dengan alasan jarak korban sekitar kurang lebih 5 meter. "Jadi kondisi pengereman sudah tidak bisa dilakukan apalagi muatan pasir yang dibawanya cukup berat sekitar 30 ton," terangnya  kesejumlah wartawan saat diamankan di Satlantas Polres Probolinggo Kota.

    Menurut Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Alfian Nurrizal, korban baru lepas dinas mau pulang kerumahnya . Sebelumnya  korban terjatuh akibat sepeda motornya  tersenggol motor pengendara lain. 

    Dari arah yang bersamaan ada sebuah dum truk dengan bermuatan pasir, saat terjatuh tubuh korban terlindas dumtruk tersebut. 

    "Dugaan atas kejadian ini  karena kelalaian sopir truk  saat mengemudikan mobil yang dikendaraannya seharusnya dia lebih berhati hati saat berkendara. Sopir truk sudah kami amankan untuk dimintai keterangan atas kasus kecelakaan ini bersama barang bukti yang diamankan dari TKP," tegasnya.

    Sementara itu, mayat korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan otopsi. (Tofa).

    ,


    GENDING - Terobosan terbaru dibuat Satlantas Polres Probolinggo guna menekan tingginya angka kecelakaan di jalur pantura Probolinggo. Dimana angka kecelakaan yang terjadi mayoritas terjadi oleh faktor human error khususnya pada jam-jam rawan. 

    Guna menghindarkan hal tersebut, Satlantas Polres Probilinggo dibawah kendali AKP Ega Parayudi menggelar giat razia keselamatan dengan menyajikan secangkir kopi gratis dan juga tes kesehatan bagi sopir kendaraan baik pribadi, umum, dan niaga.

    Dia menyebutkan semua kendaraan yang kebetulan melintas di didepan pos pelayanan terpadu Satlantas Polres Probolinggo di halaman objek wisata pantai Bentar, desa Curahsawo kecamatan Gending diberhentikan dan pengemudinya diminta untuk turun dan diminta sejenak beristirahat sambil minum kopi yang telah disediakan. Dan disebutnya kopi yang dibagikan itu adalah kopi keselamatan.

    "Kopi keselamatan ini merupakan terobosan kami untuk membuat pengemudi, orang yang paling bertanggung jawab atas keselamatan penumpangnya ini terlihat lebih segar dan tidak ngantuk usai meminum kopi.

    Selain itu juga ada tes kesehatan untuk mengukur tensi darah sopir agar mengetahui tekanan darahnya normal atau tidak," ungkap AKP Ega, ditemui disela-sela giat tersebut pada Rabu (27/12/2017).

    Alhasil giat yang melibatkan puluhan personil Satlantas Polres Probolinggo membuat sejumlah pengemudi kendaraan berhenti sejenak dan menikmati secangkir kopi yang disajikan langsung oleh para Polwan cantik dari Polres Probolinggo.

    "Alhamdulillah responnya baik, dan para pengemudi dan penumpang bus malam pun kami berikan pembinaan untuk tidak ugal-ugallan dan berkendara dalam komdisi mengantuk,"ujarnya.

    Putra dari komedian Tukul Arwana ini menyebutkan berdasarkan data kepolisian penyebab kecelakaan yang terjadi disepanjang tahun 2017 ini disebabkan oleh faktor human error. utamanya akibat pengemudi yang berkendara dalam kondisi mengantuk sehingga mengakibatkan kecelakaan di jalan.

    "Giat bagi-bagi kopi keselamatan ini akan terus kami selenggarakan hingga awal tahun depan. tujuannya untuk menekan angka kecelakaan disepanjang jalur utama diwilayah hukum kami," tegasnya.

    Sementara itu Husain (37) salah seorang sopir bus malam asal Solo yang busnya diberhentikan dan dirinya diminta untuk turun dan sejenak meminum segelas kopi, mengatakan bahwa giat kopi keselamatan ini sangat bermanfaat.

    Lantaran dirinya sebagai seorang pengemudi harus mengemudikan bus dalam kurun waktu yang cukup lama. disebutnya meski sebenarnya didalam bus juga telah menyediakan kopi, namun dirinya tak bisa mengemudi sambil minum kopi karena akan dianggap membahayakan keselamatan para penumpang.

    Bahkan pria asal Jogjakarta ini menyebut kegiatan semacam ini sangat bermanfaat, meski sebenarnya selaku sopir bus malam dirinya dituntut untuk segera mengantar penumpangnya sampai ditujuan.

    "Tapi kami juga memiliki batasan, dan kami senang ketika diminta berhenti dan sejenak minum kopi bersama dengan bapak Polisi yang awalnya, sempat kami pikir ini merupakan razia biasa tapi ternyata sangat tidak biasa," katanya.


    Diakui Husain dengan minum kopi mampu membuatnya kembali  segar karena ada  waktu untuk sejenak melemaskan otot sambil minum kopi.

    "Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Polisi telah memberikan kami tempat dan secangkir kopi yang sangat berarti untuk membuat kami tetap terjaga dan dapat melanjutkan kembali sisa perjalanan kami," tandasnya. (uje)

    ,

    Nurwati Anggraeni saat di evakuasi keluar ruangan pelantikan

    PROBOLINGGO - Suasana pengambilan sumpah jabatan dalam pengangkatan PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sontak kaget.

    Lantaran dari 163 PNS yang mengikuti prosesi tersebut ada 1 PNS yakni Nurwati Anggraini  jatuh pingsan. Setelah dia mendengar kabar berita anaknya meninggal dunia, jumat (15/12/17).

    "Setelah pengambilan sumpah ibu tersebut dapat telepon dari keluarganya ternyata anaknya meninggal dunia," kata salah satu teman PNS lainnya di lokasi pelantikan.

    Dengan adanya kabar tersebut Nurwati Anggraini, langsung lemas dan tak sadarkan diri melihat kejadian itu.

    Namun setelah  Nurwati Annggraini dievakuasi prosesi pelantikan tetap dilanjutkan .Pengambilan sumpah dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Suparwiyono .

    Dalam sambutannya dia mengatakan, seorang abdi negara diharapkan bisa menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan peraturan perundangan undangan.

    "Profesionalitas  dan kedisiplinan dalam bekerja memang sangat dibutuhkan," ucapnya. (Tofa).

    ,

    Pohon tumbang timpa rumah warga

    KRAKSAAN - Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/12/2017). Akibat musibah ini, puluhan rumah porak-poranda tersapu angin. Dalam kejadian tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir capai ratusan juta rupiah.

    Petaka bermula sekitar pukul 14.30, dimana angin disertai hujan berhembus kencang. Angin semakin kencang hingga genteng rumah warga berhamburan, bahkan sebuah warung roboh akkibat tertimpa pohon tumbang.

    Kapolsek Kraksaan, Kompol Budi Hariantom mengatakan, sedikitnya 84 rumah dan 3 mobil milik warga di tiga wilayah di Kecamatan Kraksaan, menjadi korbannya. Rinciannya, di RW 5 Kelurahan Patokan  menimpa 18 rumah dan 3 mobil tertimpa atap rumah. Kemudian di RW 3 Kelurahan Sidomukti, ada 5 rumah warga yang rusak.

    “Sedangkan di RW 4, 6 dan 7 Kelurahan Kraksaan Wetan, 61 rumah warga porak-poranda setelah dihantam puting beliung. Semua rumah mengalami kerusakan pada atap rumah dan gentengnya,” tandasnya.

    Warga berhamburan keluar rumah saat puting beliung menerjang

    Pasca kejadian, Polisi bekerjasama dengan TNI, Muspika dan warga langsung mengevakuasi barang berharga yang masih dan melakukan perbaikan. Kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah akibat kejadian ini. “Hanya material, korban jiwa nihil,: tandas Kapolsek.

    Salah satu korban yang mengalami naas adalah Asis (50), yang memiliki warung di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kraksaan Wetan. Warung itu hancur rata dengan tanah setelah tertimpa pohon tumbang yang dihempas angin puting beliung. Pemilik warung mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

    “Saat itu saya sedanga berjualan di dalam warun, saya langsung lari begitu melihat puting beliung kencang. Saya selamat tetapi perabotan hancur,” Azis pemilik warung. (Tofa)

    ,

    Truk foso menabrak median jalan PB Sudirman kota Kraksaan
    KRAKSAAN - Kecelakaan tunggal terjadi di jalur pantura Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (11/12/2017) pagi. Sebuah truk fuso bermuatan debu batu bara, menyasak median jalan. Akibatnya, bagian depan truk ringsek, bahkan median dan lampu penerangan jalan hancur.
    Kecelakaan tunggal ini berawal saat truk fuso nopol B 9621 UFU melaju di jalan raya PB Sudirman, Kota Kraksaan sekitar pukul 5.30 WIB. Kendaraan panjang ini dikendarai Supriadi (55) warga Mojokerto, bersama keneknya Bambang (40) yang melaju dari arah Malang menuju Bali.
    Setelah sampai  di lokasi kejadian, Supriyadi tiba-tiba gagal mengendalikan laju kemudi karena sempat terlelap. Akibatnya, Fuso dengan warna orange dibagian depan itu menyasak median jalan sehingga Supriyadi terbangun dari tidurnya.
    “Saya dari Malang mau ke Bali, dan membawa muatan debu batu bara. Saya capek sekali, gak terasa kalau sudah menabrak median jalan. Baru sadar setelah nabrak,” kata Supriadi, saat di konfirmasi
    Akibat kejadian ini, kabin truk rusak berat, bahkan median jalan dan tiang lampu penerangan jalanpun hancur. Sementara Supriyadi dan Bambang mengalami luka lecet dan segera dilarikan ke Rumah sakit Waluyo Jati Krakaaan.
    Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Nyoman Harayasa, mengatakan dugaan sementara kecelakaan ini akibat sopir mengantuk. Hal ini berdasarkan pengakuan sopir dan temuan bekas rem, sekitar 5 meter sebelum menabrak median jalan.
    “Dugaan sementara sopirnya mengantuk, kami sudah upayakan untuk segera mengevakuasi kendaraan dari badan jalan agar tidak menghambat arus lalu lintas. Untuk korban jiwa nihil, hanya luka ringan,” kata Ipda Nyoman. (Tofa)

    , ,

    Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat memungut sampah yang berserakan di sekitar pesisir pantai pulau Gili, desa Gili Ketapang, Kecamatan sumberasih, Probolinggo, Rabu (6/12/17)
    PROBOLINGGO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pantai Gili yang diserbu sampah kiriman dari daratan. 

    Kapolres Probolinggo beserta rombongannya melakukan aksi sosial dengan membersihkan sampah disepanjang pantai yang terdapat di desa Ketapang, Kecamatan Sumberasih pada Rabu (6/12/17).

    Dalam giat tersebut, Kapolres probolinggo, AKBP fadly samad mengungkapkan bahwa giat tersebut merupakan bentuk sumbangsih kepolisian dalam kontribusinya menjaga kelestarian lingkungan. 

    Khususnya di pulau Gili yang kini sedang naik daun dengan objek wisata snorkelingnya. “Kami hanya berpartispasi dengan cara yang kami pikir efektif dalam meberikan contoh pada masyyarakat setempat untuk melakukan hal yang sama,” ungkapnya, Rabu (6/12/17).

    Mantan Kapolres Tuban ini lebih jauh menyebutkan bahwa selain melakukan giat bersih-bersih sampah di sepanjang garius pantai pulau Gili. 

    Pihaknya juga memberikan himbauan baik kepada masyarakat maupun juga para wisatawan yang kebetulan berkunjung ke satu-satunya pulau yang dimiliki oleh Kabupaten probolinggo itu, 

    “Responnya baik, dan ternyata dari penjelasan mereka sampah yang ada ditepian pantai itu, sebenarnya merupakan sampah kiriman dari wilayah daratan yang hanyut dan terdampar di pulau itu,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, AKBP Fadly Samad mengatakan agar hal tersebut janganlah menjadi alasan agar warga setempat dan juga pengunjung untuk tidak peduli akan keberadaan sampah tersebut,.

    “Karena pada dasarnya pantai yang sudah indah ini harus dijaga bersama dan jangan sampai dibiarkan kotor karena ulah orang lain,” tandasnya. (uje)

    ,

    Bangkai elf jadi tontonan warga

    SUKAPURA – Akibat mengalami rem blong sebuah minibus jenis Elf pengangkut rombongan wisatawan asal Surabaya terguling di jalur masuk obyek wisata Gunung Bromo, Minggu (3/12).

    Meski tak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, Namun kecelakaan yang terjadi tepat di ruas jalan Bromo desa/kecamatan Sukapura itu menyebabkan sejumlah korban baik penumpang dan pejalan kaki yang melintas mengalami luka-luka.

    Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.15 Wib itu. Saat mobil elf yang ditumpangi oleh 11 orang penumpang yang merupakan rombongan wisatawan dari SMK Negeri 3 Surabaya itu hendak pulang menuju ke Surabaya.

    Sesampainya dilokasi kejadian atau tepatnya di depan balai desa Sukapura, mobil dengan nopol S 7242 J yang dikemudikan oleh Ahmad Ferdinand (58), warga Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan itu tiba-tiba oleng dan sang pengemudi tak bisa mengendalikan laju kendaraannya lantaran mengalami rem blong.

    Alhasil sopir yang panik akhirnya membanting setir kearah kiri dan menabrakkan mobilnya itu kearah buritan mobil minibus merk Suzuki APV ber nopol N 497 RJ yang tengah parkir dikiri jalan dengan tujuannya untuk menghentikan kendaraan yang posisinya tengah melaju diturunan jalan.

    “Saya tadi menghindari motor, dikopling tapi sudah gak bisa, karena sudah dalam kondisi blong,” tutur sopir minibus Ahmad.

    Akibat benturan antara mobil elf dan minibus APV itu menyebabkan bodi mobil elf terpelanting dan kemudian terbalik dan terseret diatas aspal yang kondisinya memang menurun.

    "Remnya blong, sopir sempat berteriak pada kami untuk berpegangan, hingga akhirnya dia banting stir dan menabrakkan diri ke sebuah mobil yang sedang parkir. Saya tadi ada di depan dekat sopir,” kata Bambang Supriadi (60), warga Perumnas Made jalan Made Karyo 2 no 6. Lamongan.

    Selain terbalik, beberapa penumpang dalam minibus mengalami luka-luka ringan. Mereka diantaranya adalah Ipik Rochifien (56), warga Petemon 4/114 RT.01 RW.13 Kel. Petemon Kec. Sawahan Kota Surabaya; Sutikno (51), warga Tebel Timur RT. 01 RW.06 Kel. Tebel Kec. Gedangan Kab. Sidoarjo. Kemudian ada Rahmawati (52) dan Rizki Putra Pratama (9), keduanya beralamat di Jalan Ring road selatan Kepanjen, Jaranan RT.09 Kel. Banguntapan Kec. Banguntapan Kab. Bantul DIY. “Kami berlibur sejak Sabtu sore kemarin dan mau pulang sore ini” kata Rahmawati.

    Selain rombongan wisatawan, seorang warga lokal bernama Suheri (36), warga Dusun Krajan RT.01 RW.01 Desa Ngepung Kecamatan Sukapura juga menjadi korban. Pada saat kejadian, kebetulan Suheri tengah berjalan kaki dan hendak menghadiri acara kondangan yang ada tak jauh dari lokasi kecelakaan tersebut,

    “Saya kaget tiba-tiba ada mobil yang guling dan hampir mengenai saya, untung hanya terhantam sedikit oleh bodi mobil elf itu,” katanya.

    Oleh warga dan petugas kepolisian yang ada dilokasi kejadian, para korban luka kemudian dibawa ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan sebagian petugas kepolisian dari unit laka lantas Polres Probolinggo tampak sibuk mengevakuasi bangkai kendaraan dan kemudian melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

    Tepisah Kapolsek Sukapura, AKP Noer Choeri ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan bahwa penyebab pasti kecelakaan tersebut masih diselidiki oleh anggota dan juga unit laka lantas Polres probolinggo.

    Namun dugaan semetara penyebab kecelakaan tersebut adalah akibat malfungsi rem atau rem blong sehingga pengemudi tak bisa mengendalikan kendaraannya.

    “Tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka saja. Dugaan sementara, kecelakaan ini terjadi karena sistem pengeremannya tidak berfungsi. Jadi untuk menghindari korban lebih banyak, sopir banting setir,” tandasnya. (Tofa)

    ,

    Dua orang netizen saat hendak menunjukkan situs Dispendik Kabupate Probolinggo yang diubah tampilannya oleh hacker
    KRAKSAAN - Halaman utama situs resmi dinas Pendidikan Kabupten Probolinggo diretas hacker lokal yang menamakan dirinya r!v4illene. Situs tersebut beralamat di http://pendidikan.probolinggokab.go.id pada kamis (16/11) pagi kemarin. 
           Halaman utama situs tersebut di dominasi warna hitam dengan menampilkan ikon malaikat pencabut nyawa lengkap dengan sabitnya dan menyebut dirinya dari kelompok black illussian security.
             Hingga Kamis sore hari sekitar pukul 16.30 Wib situs tersebut tetap tak bisa diakses dan hanya menampilkan halaman hitam dengan ikon peretas. "Bagaimana bisa melihat informasi dari Dispendik kalau tampilannya seperti itu, padahal situs dinas yang lainnya bisa diakses," ujar Sundari (37) salah seorang netizen asal Alassumur Lor, kecamatan Besuk.
            Para peretas tidak memberikan pesan apapun, selain kata-kata kasar dan makian kepada pejabat pemerintah. "Masak pihak diknas tidak tahu situs resminya diretas," ungkap Sundari.
            Saat coba dihubungi, Sekretaris Dispendik Kabupaten Probolinggo, Sentot Dwi Hendriyono mengaku sedang rapat dan tidak memberikan konfirmasi apapun ketika ditanya soal situs resmi dinasnya yang diretas oleh hacker, "Saya sedang rapat," katanya singkat. (uje)

    ,

    Suasana Bee Jey tempat karaoke saat dilalap si jago merah jadi Tontonan warga 

    PROBOLINGGO – Petugas pemadam kebakaran kota probolinggo benar-benar bekerja extra "jumat, 17-11-2017 sore" si jago merah melalap gudang jasa angkutan milik PT. Tirta Jaya Brantas kelurahan pilang kota Probolinggo belum sepenuhnya dijinakkan lantaran kebakaran hebat juga terjadi di  Bee jay tempat  Karaoke dan billiard  di jalan dr. Sutomo Kota Probolinggo.

    Belum diketahui secara pasti, penyebab kebakaran tempat hiburan keluarga di jantung Kota tersebut. Namun dugaan sementara adalah kinsleting listrik.

    Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, titik api berasal dari ruang diamond, di lantai dua. Api yang berada lantai dua tersebut untuk tempat karaoke itu, membakar dinding dan perabotan di beberapa ruang yang ada.

    Api mengamuk, hingga keatap gedung. Dari luar gedung api dengan warna merah terlihat menyala, sementara asap hitam membubung tinggi.
    Kencangnya angin, dan lokasi titik api yang berada di tengah, membuat proses pemadaman menjadi lambat.

    “Informasi dari pegawai, kebakaran karena konsleting listrik. Sudah ada upaya pemadaman dengan alat pemadam api ringan (apar), tapi tidak berhasil. Api semakin besar,” ujar anak pemilik Beejay Entertaiment, Yudha Mangitung.

    Api baru bisa dijinakkan 1 jam kemudian oleh petugas pemadam kebakaran. Petugas dibantu pihak kepolisian, berupaya memadamkan api dan mengamankan lokasi.

    Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di jalan dr. Soetomo, jalur utama di Kota Probolinggo ini, mengalami kemacetan parah. Pasalnya, banyak warga yang mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. (Tofa)

    Seorang anggota Polres Probolinggo berinisial DR dihukum hormat bendera selama 5 hari lantaran absen apel rutin tanpa adanya surat keterangan.

    PAJARAKAN - Profesi dan Pengamana (Propam) Polres Probolinggo menghukum salah satu anggotanya berinisial DR yang kedapatan absen tanpa keterangan pada apel siaga pengamanan Polres Probolinggo pada Jum’at (02/11) akhir pekan lalu.
    Akibatnya Anggota berpangkat Polsek Krucil berpangkat Brigpol itu dihukum hormat bendera selama 1 jam selama 5 hari berturut-turut dihalaman Mapolres Probolinggo, terhitung mulai Senin (6/11) pagi kemarin.
    Kasie Propam Polres Probolinnggo IPTU Paulus Sumarno    , mengungkapkan pemberian punishment atau hukuman itu merupakan bagian dari penegakan kedisiplinan anggota agar loyal dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas dan instruksi yang diberikan oleh atasan kepada bawahannya,
    “Anggota tersebut tidak hadir dalam apel siaga pengamana Polres pada Jumat lalu, tanpa adanya surat keterangan, maka dari itu kami berikan hukuman sebagai pembelajaran bagi yang lain,” ungkapnya, Senin (6/11/2017) kemarin.
    Didampingi Ba Provos  Bripda Evi Meilia Situmorang, IPTU Paulus Sumarno secara langsung mengawasi pelaksanaan hukuman seusai diadakannya apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2017 yang dilaksanakan di halaman Mapolres Probolinggo pada Senin pagi kemarin.  
    “Anggota kami hukum untuk hormat kepada bendera merah putih setiap pagi selama 1 jam dalam 5 hari kedepan,” ujarnya.
    Dia menegaskan pemberian hukuman ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi anggota yang tidak hadir dalam kegiatan apel gelar pasukan. Menurutnya dengan adanya pemberian hukuman ini diharapkan anggota memiliki gambaran atas konsekuensi ketidak hadirannya dalam apel tanpa adanya surat keterangan apapun.
    “Sebagai efek Jera agar tidak mengulangi lagi, sekaligus pembelajaran agara anggota lain untuk tidak meniru hal ini, dan apabila memang tidak bisa hadir dalam apel, setiap anggota wajib melaporkan ke Kasatkernya masing masing” tandasnya. (uje)

    Jenasah korban tewas akibat terseret banjir bandang lahar dingin gunung Bromo, Lukman Suharto (22) saat tiba di RSUD Tongas
    PROBOLINGGO. wisatawan yang hanyut terbawa banjir bandang lahar dingin Gunung Bromo, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Senin (6/11/2017). Jasad korban ditemukan oleh seorang neyalan di perairan utara Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
    Korban ditemukan mengambang sekitar 3 Mil dari bibir pantai sekitar pukul 10.15 Wib. Saat ditemukan, tubuh korban penuh luka. Oleh nelayan, jasad pemuda asal Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu dibawa ke pantai.

    “Saya tidak sengaja tadi melihat barang yang ngambang, setelah kami hampiri ternyata mayat. Kondisinya sudah tak bernyawa dan langsung kami bungkus dengan plastik,” kata Anshori.

    Usai dievakuasi, jasad korban dibawa ke RSUD Tongas untuk menjalani identifikasi, sembari menunggu pihak keluarga yang menjemput. “Dari ciri-ciri fisik, jasad ini 90% Lukman (22), wisatawan yang hanyut saat mandi di air terjun Umbulan Sukapura,” ujar Heri Dewa, anggota BPBD Kabupaten Probolinggo di kamar jenazah RSUD Tongas.

    Korban tewas, diduga kuat akibat terhempas ke bebatuan sepanjang aliran sungai. Jarak penemuan dengan lokasi awal kejadian, berjarak sekitar 60 kilometer. Hal ini ditambah derasnya arus banjir, yang bercampur material vulkanis sisa erupsi Gunung Bromo.

    “Dugaan kami, korban tidak mampu menyelamatkan diri karena terseret arus yang deras. Dengan ditemukannya seluruh korban, proses pencarian otomatis kami hentikan,” tandas Heri.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 4 wisatawan hilang terseret saat tengah berwisata di air terjun Umbulan Sukapura. Dua orang berhasil selamat, yakni Zainul Arifin (22) dan Ahmad Bashori (15). Sementara dua korban tewas yakni Ferdiansyah (14) dan Lukman Suharto (22). (Toa)

    Bayi kembar 3 milik pasangan Samsul Arifin dan Ika Nurwahyuni saat berada di ruang NICU RSUD Waluyo Jati.

    KRAKSAAN - Pasangan suami istri Samsul Arifin (31) dan Ika Nurwahyuni (28) asal desa Sokaan, Kecamatan Krejengan tengah berbahagia. Lantaran penantian mereka selama 3 tahun membuahkan hasil. Tak tanggung-tanggung mereka dikaruniai 3 orang bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang terlahir melalui operasi Cesar pada Senin (30/10) lalu.
    “Tidak nyangka, bisa langsung diberi anugerah anak kembar tiga sekaligus,” ungkap Samsul Arifin saat ditemui di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Rabu (1/11) kemarin.
    Dia mengungkapkan tak mempunyai firasat aneh ketika istrinya hamil bayi kembar 3. Namun dari pengakuannya sebelum mengetahui istrinya mengandung bayi, Dia selalu membeli barang yang berjumlah 3, padahal sebenarnya dia hanya ingin membeli 1 barang saja. “Kalau beli barang jumlahnya selalu tiga,” katanya.
    Bahkan dia menyebut, sebelum melakukan USG dan mengetahui kalau istrinya hamil kembar 3. Istrinya mengaku sempat bermimpi didatangi anak seorang kyai asal desa Kebonagung, Kraksaan yakni Kiai Mughits. Diketahui apabila Kiai Mughits merupakan putra dari Kiai Ahmad Munir salah satu tokoh agama berpengaruh didesa setempat.
    “Dalam mimpi itu, istri saya mengatakan diberi 2 buah pil dan jamu untuk diminumnya,” ungkap Saymsul Arifin yang merupakan pengasuh pondok pesantren Sirojul Arifin, di desa Sokaan, kecamatan Krejengan.
    Ia pun terharu mendapati ketiga buah hatinya itu terlahir sehat. Adapun laporan medis menyebutkan bayi pertama lahir dengan bobot 2.150 Gram, Bayi kedua lahir dengan bobot 2.125 Gram dan bayi ketiga lahir dengan bobot 1.800 Gram.
    Ketiganya masing-masing lahir berselang 1 menit yakni pada pukul 10.19 Wib, 10.20 Wib, dan terakhir pada pukul 10.21 Wib di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Sebagai orang tua dari buah hati saya itu, kami telah menyiapkan nama bagi mereka yakni Aqilatul Arifin, Afiatul Arifin, dan Aziatul Arifin,” tandasnya. (uje)

    Jembatan Wonolongan Dringu yang belum tuntas dikerjakan sudah ditrabas oleh sejumlah pengendara yang tak taat aturan dan mengerti rambu proyek yang sudah dipasang.

    DRINGU - Pembangunan jembatan Wonolangan yang ada di kecamatan Dringu nyaris tuntas dikerjakan. Namun proyek tersebut terganggu oleh ulah para pengendara kendaraan bermotor yang nekat menerobos ruas badan jembatan sisi utara yang kini masih belum selesai dikerjakan.
            Padahal proyek jembatan itu baru saja diaspal, dan tentu saja aspala yang masih basah itu akan rusak apabila dilalui oleh kendaraan dengan intensitas yang tinggi. Parahnya lagi sebenarnya pengerja proyek sudah memasang sejumlah pagar pembatas disetiap sisi jembatan. nmu hal itu ternyata bukan halangan bagi para pengendara nekat untuk "Mencoba" jembatan baru itu.
            Alangkah parahya mental para pengendara motor saat ini yang barangkali penngendara mobil juga apabila tidak ada pagar pembatas yang dipasang yang penasaran untuk melintasi jembatan Wonolangan itu.
           Mereka tak berpikir bagaimana mereka mengancam keelamatan para pekerja yang tengah berlalu lalang disekitar jembatan yang dengan secepat mungkin coba menuntaskan jembatan itu. penegndara seakan abai akan keselamatan jiwa mereka dan para pekerja yang dikahwatirkan akan menabrak atau justru tertabrak ketika coba masuk disela-sela pembatas jembatan yang sudah dipasang oleh para pekerja.
          Saat coba ditanya kepada salah seorang pengendara yang melintas, Sebut saja Adam, warga Dringu. Denga santai dia mengatakan bahwa jebatan yang baru diaspal itu sudah cukup kuat dan tak akan rusak jikat dilintasinya, "Gak akan rusak saya lewati," ujarnya, Senin (30/10/2017).
            Sebenarnya bukan masalaah rusak atau tidaknya, tapi lebih pada kesadaran berlalu lintas yang boleh dikatakan nihil dari pengendara semacam Adam ini. Dia tak berpikir bagaimana laju kendaraannya yang merobos pagar pembatas itu bisa mengakibtkan kecelakaan bagi para pekerja.       
            Namun lagi-lagi dia beralasan, "Mumpung Sepi" sehingga menjadi alsan baginya untuk coba ngebut diatas jembatan, tanpa mengindahkan keselamatan jiwanya apabila dia sampai terjatuh ketika coba masuk disela-sela pagar pembatas jembatan.
           Terpisah, Khusai salah seorang pekerja dengan terus terang mengaku bahwa aksi terobosan para pengendara motor itu sebnarnya sangat menggangggu. Apalagi proses pengerjaan jembatan saat ini memasuki thapan finishing atau penyeleaian dengan pemasangan aspal disisi barat dan timur jembatan dan dilanjutkan di badan jembatan pada akhirnya, "Ganggu sekali mas, kalau ada yang jatuh atau tertabrak nanti penanggung jawab proyek yang disalahkan, padahal sudah jelas ada rambu ada pekerjaan proyek tapi tetap saja diterobos, entah mereka paham atau tidak akan keselamatan jiwa mereka," pungkasnya. (uje) 














    Sedan merah milik anggota TNI ini ringsek setelah adu moncong dengan motor milik korban

    PROBOLINGGO – Kecelakaan maut kembali terjadi antara sepeda motor dengan mobil sedan, kali ini terjadi di jalur Pantura Surabaya-Probolinggo ruas Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih. Sabtu (28/10/2017) siang. Akibatnya, seorang pengendara motor, Karyo Widodo (29)  anggota Satpol PP Kota Probolinggo, tewas di lokasi kejadian.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, anggota Satpol PP Kota Probolinggo itu tengah mengendarai motor vario nopol N 6820 WS, melaju kencang dari arah barat ke timur. sesampainya di lokasi kejadian, meluncur sebuah mobil sedan merah nopol P 1784 LL, melaju dari arah berlawanan. Saat itu sedan yang dikendarai oleh Serda Setyo Subagyo juga tengah melaju kencang dan hendak mendahului kendaraan di depannya. 

    Akibat mendahului marka jalan lurus, kefua kedaraan tersebut saling beradu moncong. Bahkan saking kerasnya tabrakan itu korban Karyo Widodo yang merupakan warga kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu langsung tewas di lokasi. Sdeangkan kendaraan sedan milik  Serda Setyo Subagyo mengalami kerusakan parah dibagian kap depan mobilnya. 

    “Sepeda motor vario itu  sampai lewat ke atas sedannya. Orangnya, tergeletak di lokasi benturan awal. Dia tewas seketika di lokasi kejadian, dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Tulang punggung patah, kedua kaki patah dan tangan kiri patah,” kata Ahmad, salah seorang saksi mata dilokasi kejadian, Sabtu (28/10/17).

    Jasad korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Saleh Kota Probolinggo untuk diotopsi. Pihak keluarga dari korban, tak kuasa membendung air mata. Melihat kondisi korban yang tewas mengenaskan.

    Kejadian ini, sempat membuat arus lalu lintas di sekitar kejadian tersendat  hingga 3 km. Anggota Satlantas Polresta Probolinggo kemudian mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP. Terlihat juga anggota Provost TNI ikut melakukan pengamanan di lokasi.

    “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi, belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar KBO Satlantas Polresta Probolinggo Aiptu Usman. (Tofa).

    Pohon tumbang menimpa salah satu rumah warga di desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo
    PROBOLINGGO – Hujan deras disertai dengan angin kencang yang terjadi Kamis (26/10) sore kemarin. Membuat sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah milik warga. Salah satunya menimpa rumah milik Sugik, warga desa Sumberkedawung, kecamatan Leces. Beruntung dalam peristiwa tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
                Dari informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian. Peristiwa tumbangnya pohon mangga yang menimpa rumah milik Sugik itu terjadi sekitar puku 15.30 Wib. Saat itu cuaca disekitar desa Sumberkedawung memang tengah diguyur hujan deras disertai angin kencang,
    “Saat itu kami sedang didalam rumah karena diluar sedang hujan deras dan anginnya juga kencang, tiba-tiba terdengar suara keras dan plafon depan rumah saya sudah ambruk tertimpa pohon mangga didepan rumah itu,” ungkap Sugik, pemilik rumah, Kamis (26/10) kemarin.
    Dia mengatakan peristiwa itu sangat cepat, dan tidak mengira bahwa pohon mangga didepan rumahnya yang telah berusia belasan tahun tiba-tiba tumbang dan mengenai rumahnya, “Untung tidak roboh pas kedalam rumah,” katanya.
    Saat ditanya soal kerugian materi, Sugik menyebut kalau kerugiannya tak banyak hanya sekitar Rp 1 Juta. Dan proses evakuasi batang pohon itu pun disebutnya tak memakan waktu lama lantara dia bersama dengan tetangganya langsung memotong kayu itu agar tak membahayakan bagi orang disekitarnya, “Sudah kami potong dan buang dahan dan rantingnya, untuk batangnya nunggu gergaji mesinnya datang,” paparnya.
    Selain itu peristiwa pohon tumbang juga terjadi di desa Banjarsawah kecamatan Tegalsiwalan, Dimana sebatang pohon mahoni tua tumbang tersapu angin disertai hujan deras pada Kamis sore itu juga, Bahkan akibat tumbangnya pohon yang mengarah ke arah jalan disampingnya, arus lalu lintas antara kecamatan Tegalsiwalan dan Dringu sempat macet total, “Pohon itu memang sudah lama miring, dan akibat angin kencang tadi jadi tumbang seperti itu,” kata Andi Purnomo, salah seorang pengendara yang hendak melintas.
    Dia menambahkan cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan deras memang kerap terjadi di wilayah kecamatan Tegalsiwalan, Leces, dan Dringu beberapa hari ini, “Kalau bisa ya pohon-pohon yang sudah tua itu tolong dipangkas saja, biar kejadian semacam ini tak terjadi lagi,” tandas warga desa Banjarsawah ini. (Tofa)

    Ninja milik Sabdo warga Asembagus yang mengalami kerusakan parah usai menabrak truk boks di desa Binor, Paiton, Selasa(24/10/2017).













    Nikung, Ninja Kinyis-Kinyis Hantam Truk
    PAITON – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) kembali terjadi di jalur pantura Desa Binor, kecamatan Paiton, pada Selasa (24/10) kemarin. Akibat keluar dari marka jalan saat hendak menikung kendaraan roda 2 merk Kawasaki Ninja adu moncong dengan truk boks yang berjalan dari arah berlawanan. Tak ayal pengemudi Ninja mengalami luka berat dan dirujuk ke RS Dr. Soebandi, Jember.
    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Lokasi kejadian, Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.00 Wib itu bermula ketika motor Ninja yang baru dibeli Senin (23/10) kemarin sore dan belum keluar plat nomornya itu dikendarai Sabdo Tri Ady Sabara (44) warga desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi.
    Sesampainya di lokasi kejadian yakni depan Masjid Baitut Taqwa desa Bhinor. Pengendara yang memacu kendaraannya dengan kencang itu sedikit melebar dan melewati marka jalan ditikungan depan Masjid itu. Disaat bersamaan tak diduga muncul truk boks nopol B 9698 FCB yang dikemudikan M. Zaini Jemi (58), dan ditumpangi Yudi Setiawan (47), keduanya warga Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi yang juga melaju kencang dari arah berlawanan yakni dari arah timur ke barat,
     “Kecelakaan pun tak bisa terhindarkan, karena diduga pengendara Ninja itu tak bisa mengendalikan motornya saat menikung dan tak bisa menghindar akhirnya kedua kendaraan itu bertabrakan. Korban terpental dan motornya mengalami kerusakan cukup parah,” Ungkap, Kanit Laka Polres Probolinggo, Ipda Siswandi, Selasa (24/10) kemarin.
    Lebih jauh Ipda Siswandi menyebut dari keterangan anggotanya usai melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Ditemukan bekas pengereman dari kedua kendaraan. Namun bekas pengereman sepeda motor ninja itu, ditemukan bukan pada jalurnya atau melewati marka jalan yang bukan semestinya, karena pada tikungan itu marka jalannya berupa garis lurus dan memang dilarang untuk menyalip, 
     “Dari temuan itu diduga pengendara motor lalai dalam bekendara hingga motornya menabrak truk yang berlawanan arah,” ujarnya.
    Terpisah dari keterangan kepala desa Asembagus, Ibang Fansuri yang datang menjenguk korban di rumah sakit Rizani di desa Sumberanyar, kecamatan paiton tempat korban Sabdo dirawat. Menyebutkan warganya itu selamat, namun mengalami sejumlah luka patah tulang yang cukup serius, dan yang paling fatal yakni ginjal sebelah kanannya pecah, 
    “Kami terus mendampinginya selaku pihak dari desa, dan memang itu warga kami yang mengalami kecelakaan di Paiton,” ujarnya.
    Ibang menambahkan untuk penanganan lebih lanjut, Korban Sabdo akhirnya dirujuk kerumah sakit yang ada di jember untuk menerima perawtan intensif untuk memulihkan luka-luka yang dialaminya, “Warga kami itu dirujuk ke rumah sakit di Jember saat ini juga, semoga keadaannya segera membaik dan segera pulih kembali,” tandasnya. (uje)

⬆
Top