, ,

    Korban tewas di TKP. Bripka Galuh Dwi Setiawan 


    Probolinggo - Nahas dialami Bripka Galuh Dwi Setiawan dia mengalami Kecelakaan maut pada, Selasa (17/4/2018) pagi sekitar pukul  09.00  WIB  di jalan  jalan raya Sukapura   Desa Sepohgembol Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo. Menurut keterangan sebelum terjadinya kecelakaan korban terjatuh dari sepedanya setelah sepada Suzuki Satria Fu yang ditumpanginya tersenggol motor pengendara lain dan akhirnya korban terjatuh ke badan jalan sebelah kanan.

    Korban tewas bernama Bripka Galuh Dwi Setiawan warga Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dia merupakan  seorang anggota Polisi  Sektor Sukapura Kabupaten Probolinggo tewas setelah alami kecelakaan saat  lepas dinas dari tempat kerjanya.

    "Pada saat yang bersamaan tubuh korban terjatuh dan terlindas dum truk yang saya kemudikan," kata Sugi (45) warga Tulungagung yang merupakan sopir dumtruk dengan nopol S 9152 UU.

    Menurutnya, saat kejadian dirinya tidak sempat mengendalikan mobil yang dikemudikan dirinya. Dengan alasan jarak korban sekitar kurang lebih 5 meter. "Jadi kondisi pengereman sudah tidak bisa dilakukan apalagi muatan pasir yang dibawanya cukup berat sekitar 30 ton," terangnya  kesejumlah wartawan saat diamankan di Satlantas Polres Probolinggo Kota.

    Menurut Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Alfian Nurrizal, korban baru lepas dinas mau pulang kerumahnya . Sebelumnya  korban terjatuh akibat sepeda motornya  tersenggol motor pengendara lain. 

    Dari arah yang bersamaan ada sebuah dum truk dengan bermuatan pasir, saat terjatuh tubuh korban terlindas dumtruk tersebut. 

    "Dugaan atas kejadian ini  karena kelalaian sopir truk  saat mengemudikan mobil yang dikendaraannya seharusnya dia lebih berhati hati saat berkendara. Sopir truk sudah kami amankan untuk dimintai keterangan atas kasus kecelakaan ini bersama barang bukti yang diamankan dari TKP," tegasnya.

    Sementara itu, mayat korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan otopsi. (Tofa).

    ,


    GENDING - Terobosan terbaru dibuat Satlantas Polres Probolinggo guna menekan tingginya angka kecelakaan di jalur pantura Probolinggo. Dimana angka kecelakaan yang terjadi mayoritas terjadi oleh faktor human error khususnya pada jam-jam rawan. 

    Guna menghindarkan hal tersebut, Satlantas Polres Probilinggo dibawah kendali AKP Ega Parayudi menggelar giat razia keselamatan dengan menyajikan secangkir kopi gratis dan juga tes kesehatan bagi sopir kendaraan baik pribadi, umum, dan niaga.

    Dia menyebutkan semua kendaraan yang kebetulan melintas di didepan pos pelayanan terpadu Satlantas Polres Probolinggo di halaman objek wisata pantai Bentar, desa Curahsawo kecamatan Gending diberhentikan dan pengemudinya diminta untuk turun dan diminta sejenak beristirahat sambil minum kopi yang telah disediakan. Dan disebutnya kopi yang dibagikan itu adalah kopi keselamatan.

    "Kopi keselamatan ini merupakan terobosan kami untuk membuat pengemudi, orang yang paling bertanggung jawab atas keselamatan penumpangnya ini terlihat lebih segar dan tidak ngantuk usai meminum kopi.

    Selain itu juga ada tes kesehatan untuk mengukur tensi darah sopir agar mengetahui tekanan darahnya normal atau tidak," ungkap AKP Ega, ditemui disela-sela giat tersebut pada Rabu (27/12/2017).

    Alhasil giat yang melibatkan puluhan personil Satlantas Polres Probolinggo membuat sejumlah pengemudi kendaraan berhenti sejenak dan menikmati secangkir kopi yang disajikan langsung oleh para Polwan cantik dari Polres Probolinggo.

    "Alhamdulillah responnya baik, dan para pengemudi dan penumpang bus malam pun kami berikan pembinaan untuk tidak ugal-ugallan dan berkendara dalam komdisi mengantuk,"ujarnya.

    Putra dari komedian Tukul Arwana ini menyebutkan berdasarkan data kepolisian penyebab kecelakaan yang terjadi disepanjang tahun 2017 ini disebabkan oleh faktor human error. utamanya akibat pengemudi yang berkendara dalam kondisi mengantuk sehingga mengakibatkan kecelakaan di jalan.

    "Giat bagi-bagi kopi keselamatan ini akan terus kami selenggarakan hingga awal tahun depan. tujuannya untuk menekan angka kecelakaan disepanjang jalur utama diwilayah hukum kami," tegasnya.

    Sementara itu Husain (37) salah seorang sopir bus malam asal Solo yang busnya diberhentikan dan dirinya diminta untuk turun dan sejenak meminum segelas kopi, mengatakan bahwa giat kopi keselamatan ini sangat bermanfaat.

    Lantaran dirinya sebagai seorang pengemudi harus mengemudikan bus dalam kurun waktu yang cukup lama. disebutnya meski sebenarnya didalam bus juga telah menyediakan kopi, namun dirinya tak bisa mengemudi sambil minum kopi karena akan dianggap membahayakan keselamatan para penumpang.

    Bahkan pria asal Jogjakarta ini menyebut kegiatan semacam ini sangat bermanfaat, meski sebenarnya selaku sopir bus malam dirinya dituntut untuk segera mengantar penumpangnya sampai ditujuan.

    "Tapi kami juga memiliki batasan, dan kami senang ketika diminta berhenti dan sejenak minum kopi bersama dengan bapak Polisi yang awalnya, sempat kami pikir ini merupakan razia biasa tapi ternyata sangat tidak biasa," katanya.


    Diakui Husain dengan minum kopi mampu membuatnya kembali  segar karena ada  waktu untuk sejenak melemaskan otot sambil minum kopi.

    "Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Polisi telah memberikan kami tempat dan secangkir kopi yang sangat berarti untuk membuat kami tetap terjaga dan dapat melanjutkan kembali sisa perjalanan kami," tandasnya. (uje)

    ,

    Nurwati Anggraeni saat di evakuasi keluar ruangan pelantikan

    PROBOLINGGO - Suasana pengambilan sumpah jabatan dalam pengangkatan PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sontak kaget.

    Lantaran dari 163 PNS yang mengikuti prosesi tersebut ada 1 PNS yakni Nurwati Anggraini  jatuh pingsan. Setelah dia mendengar kabar berita anaknya meninggal dunia, jumat (15/12/17).

    "Setelah pengambilan sumpah ibu tersebut dapat telepon dari keluarganya ternyata anaknya meninggal dunia," kata salah satu teman PNS lainnya di lokasi pelantikan.

    Dengan adanya kabar tersebut Nurwati Anggraini, langsung lemas dan tak sadarkan diri melihat kejadian itu.

    Namun setelah  Nurwati Annggraini dievakuasi prosesi pelantikan tetap dilanjutkan .Pengambilan sumpah dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Suparwiyono .

    Dalam sambutannya dia mengatakan, seorang abdi negara diharapkan bisa menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan peraturan perundangan undangan.

    "Profesionalitas  dan kedisiplinan dalam bekerja memang sangat dibutuhkan," ucapnya. (Tofa).

    ,

    Pohon tumbang timpa rumah warga

    KRAKSAAN - Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/12/2017). Akibat musibah ini, puluhan rumah porak-poranda tersapu angin. Dalam kejadian tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir capai ratusan juta rupiah.

    Petaka bermula sekitar pukul 14.30, dimana angin disertai hujan berhembus kencang. Angin semakin kencang hingga genteng rumah warga berhamburan, bahkan sebuah warung roboh akkibat tertimpa pohon tumbang.

    Kapolsek Kraksaan, Kompol Budi Hariantom mengatakan, sedikitnya 84 rumah dan 3 mobil milik warga di tiga wilayah di Kecamatan Kraksaan, menjadi korbannya. Rinciannya, di RW 5 Kelurahan Patokan  menimpa 18 rumah dan 3 mobil tertimpa atap rumah. Kemudian di RW 3 Kelurahan Sidomukti, ada 5 rumah warga yang rusak.

    “Sedangkan di RW 4, 6 dan 7 Kelurahan Kraksaan Wetan, 61 rumah warga porak-poranda setelah dihantam puting beliung. Semua rumah mengalami kerusakan pada atap rumah dan gentengnya,” tandasnya.

    Warga berhamburan keluar rumah saat puting beliung menerjang

    Pasca kejadian, Polisi bekerjasama dengan TNI, Muspika dan warga langsung mengevakuasi barang berharga yang masih dan melakukan perbaikan. Kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah akibat kejadian ini. “Hanya material, korban jiwa nihil,: tandas Kapolsek.

    Salah satu korban yang mengalami naas adalah Asis (50), yang memiliki warung di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kraksaan Wetan. Warung itu hancur rata dengan tanah setelah tertimpa pohon tumbang yang dihempas angin puting beliung. Pemilik warung mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

    “Saat itu saya sedanga berjualan di dalam warun, saya langsung lari begitu melihat puting beliung kencang. Saya selamat tetapi perabotan hancur,” Azis pemilik warung. (Tofa)

    ,

    Truk foso menabrak median jalan PB Sudirman kota Kraksaan
    KRAKSAAN - Kecelakaan tunggal terjadi di jalur pantura Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (11/12/2017) pagi. Sebuah truk fuso bermuatan debu batu bara, menyasak median jalan. Akibatnya, bagian depan truk ringsek, bahkan median dan lampu penerangan jalan hancur.
    Kecelakaan tunggal ini berawal saat truk fuso nopol B 9621 UFU melaju di jalan raya PB Sudirman, Kota Kraksaan sekitar pukul 5.30 WIB. Kendaraan panjang ini dikendarai Supriadi (55) warga Mojokerto, bersama keneknya Bambang (40) yang melaju dari arah Malang menuju Bali.
    Setelah sampai  di lokasi kejadian, Supriyadi tiba-tiba gagal mengendalikan laju kemudi karena sempat terlelap. Akibatnya, Fuso dengan warna orange dibagian depan itu menyasak median jalan sehingga Supriyadi terbangun dari tidurnya.
    “Saya dari Malang mau ke Bali, dan membawa muatan debu batu bara. Saya capek sekali, gak terasa kalau sudah menabrak median jalan. Baru sadar setelah nabrak,” kata Supriadi, saat di konfirmasi
    Akibat kejadian ini, kabin truk rusak berat, bahkan median jalan dan tiang lampu penerangan jalanpun hancur. Sementara Supriyadi dan Bambang mengalami luka lecet dan segera dilarikan ke Rumah sakit Waluyo Jati Krakaaan.
    Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Nyoman Harayasa, mengatakan dugaan sementara kecelakaan ini akibat sopir mengantuk. Hal ini berdasarkan pengakuan sopir dan temuan bekas rem, sekitar 5 meter sebelum menabrak median jalan.
    “Dugaan sementara sopirnya mengantuk, kami sudah upayakan untuk segera mengevakuasi kendaraan dari badan jalan agar tidak menghambat arus lalu lintas. Untuk korban jiwa nihil, hanya luka ringan,” kata Ipda Nyoman. (Tofa)

    , ,

    Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat memungut sampah yang berserakan di sekitar pesisir pantai pulau Gili, desa Gili Ketapang, Kecamatan sumberasih, Probolinggo, Rabu (6/12/17)
    PROBOLINGGO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pantai Gili yang diserbu sampah kiriman dari daratan. 

    Kapolres Probolinggo beserta rombongannya melakukan aksi sosial dengan membersihkan sampah disepanjang pantai yang terdapat di desa Ketapang, Kecamatan Sumberasih pada Rabu (6/12/17).

    Dalam giat tersebut, Kapolres probolinggo, AKBP fadly samad mengungkapkan bahwa giat tersebut merupakan bentuk sumbangsih kepolisian dalam kontribusinya menjaga kelestarian lingkungan. 

    Khususnya di pulau Gili yang kini sedang naik daun dengan objek wisata snorkelingnya. “Kami hanya berpartispasi dengan cara yang kami pikir efektif dalam meberikan contoh pada masyyarakat setempat untuk melakukan hal yang sama,” ungkapnya, Rabu (6/12/17).

    Mantan Kapolres Tuban ini lebih jauh menyebutkan bahwa selain melakukan giat bersih-bersih sampah di sepanjang garius pantai pulau Gili. 

    Pihaknya juga memberikan himbauan baik kepada masyarakat maupun juga para wisatawan yang kebetulan berkunjung ke satu-satunya pulau yang dimiliki oleh Kabupaten probolinggo itu, 

    “Responnya baik, dan ternyata dari penjelasan mereka sampah yang ada ditepian pantai itu, sebenarnya merupakan sampah kiriman dari wilayah daratan yang hanyut dan terdampar di pulau itu,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, AKBP Fadly Samad mengatakan agar hal tersebut janganlah menjadi alasan agar warga setempat dan juga pengunjung untuk tidak peduli akan keberadaan sampah tersebut,.

    “Karena pada dasarnya pantai yang sudah indah ini harus dijaga bersama dan jangan sampai dibiarkan kotor karena ulah orang lain,” tandasnya. (uje)

    ,

    Bangkai elf jadi tontonan warga

    SUKAPURA – Akibat mengalami rem blong sebuah minibus jenis Elf pengangkut rombongan wisatawan asal Surabaya terguling di jalur masuk obyek wisata Gunung Bromo, Minggu (3/12).

    Meski tak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, Namun kecelakaan yang terjadi tepat di ruas jalan Bromo desa/kecamatan Sukapura itu menyebabkan sejumlah korban baik penumpang dan pejalan kaki yang melintas mengalami luka-luka.

    Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.15 Wib itu. Saat mobil elf yang ditumpangi oleh 11 orang penumpang yang merupakan rombongan wisatawan dari SMK Negeri 3 Surabaya itu hendak pulang menuju ke Surabaya.

    Sesampainya dilokasi kejadian atau tepatnya di depan balai desa Sukapura, mobil dengan nopol S 7242 J yang dikemudikan oleh Ahmad Ferdinand (58), warga Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan itu tiba-tiba oleng dan sang pengemudi tak bisa mengendalikan laju kendaraannya lantaran mengalami rem blong.

    Alhasil sopir yang panik akhirnya membanting setir kearah kiri dan menabrakkan mobilnya itu kearah buritan mobil minibus merk Suzuki APV ber nopol N 497 RJ yang tengah parkir dikiri jalan dengan tujuannya untuk menghentikan kendaraan yang posisinya tengah melaju diturunan jalan.

    “Saya tadi menghindari motor, dikopling tapi sudah gak bisa, karena sudah dalam kondisi blong,” tutur sopir minibus Ahmad.

    Akibat benturan antara mobil elf dan minibus APV itu menyebabkan bodi mobil elf terpelanting dan kemudian terbalik dan terseret diatas aspal yang kondisinya memang menurun.

    "Remnya blong, sopir sempat berteriak pada kami untuk berpegangan, hingga akhirnya dia banting stir dan menabrakkan diri ke sebuah mobil yang sedang parkir. Saya tadi ada di depan dekat sopir,” kata Bambang Supriadi (60), warga Perumnas Made jalan Made Karyo 2 no 6. Lamongan.

    Selain terbalik, beberapa penumpang dalam minibus mengalami luka-luka ringan. Mereka diantaranya adalah Ipik Rochifien (56), warga Petemon 4/114 RT.01 RW.13 Kel. Petemon Kec. Sawahan Kota Surabaya; Sutikno (51), warga Tebel Timur RT. 01 RW.06 Kel. Tebel Kec. Gedangan Kab. Sidoarjo. Kemudian ada Rahmawati (52) dan Rizki Putra Pratama (9), keduanya beralamat di Jalan Ring road selatan Kepanjen, Jaranan RT.09 Kel. Banguntapan Kec. Banguntapan Kab. Bantul DIY. “Kami berlibur sejak Sabtu sore kemarin dan mau pulang sore ini” kata Rahmawati.

    Selain rombongan wisatawan, seorang warga lokal bernama Suheri (36), warga Dusun Krajan RT.01 RW.01 Desa Ngepung Kecamatan Sukapura juga menjadi korban. Pada saat kejadian, kebetulan Suheri tengah berjalan kaki dan hendak menghadiri acara kondangan yang ada tak jauh dari lokasi kecelakaan tersebut,

    “Saya kaget tiba-tiba ada mobil yang guling dan hampir mengenai saya, untung hanya terhantam sedikit oleh bodi mobil elf itu,” katanya.

    Oleh warga dan petugas kepolisian yang ada dilokasi kejadian, para korban luka kemudian dibawa ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan sebagian petugas kepolisian dari unit laka lantas Polres Probolinggo tampak sibuk mengevakuasi bangkai kendaraan dan kemudian melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

    Tepisah Kapolsek Sukapura, AKP Noer Choeri ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan bahwa penyebab pasti kecelakaan tersebut masih diselidiki oleh anggota dan juga unit laka lantas Polres probolinggo.

    Namun dugaan semetara penyebab kecelakaan tersebut adalah akibat malfungsi rem atau rem blong sehingga pengemudi tak bisa mengendalikan kendaraannya.

    “Tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka saja. Dugaan sementara, kecelakaan ini terjadi karena sistem pengeremannya tidak berfungsi. Jadi untuk menghindari korban lebih banyak, sopir banting setir,” tandasnya. (Tofa)

⬆
Top