, ,

    BERBAGI : Ketua PAC Gerindra Kecamatan Besuk,  Abdul Kadir saat menyerahkan paket lebaran yang berisikan daging dan beras kepada warga disalah satu desa, Kamis (14/6/18).

    PROBOLINGGO –
    Momen hari raya Idul Fitri 1439 H dimanfaatkan oleh PAC Gerindra Kecamatan Besuk untuk berbagi dengan warga disekitarnya. Tercatat 4 ekor sapi disembelih dan 2 ton beras dibagikan kepada masyarakat.

    Ketua PAC Partai Gerindra  Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir , mengungkapkan kegiatan pembagian paketan lebaran ini merupakan bentuk rasa kepedulian dan keinginan dirinya untuk berbagi rasa syukur atas datangnya hari kemenangan Idul Fitri 1439 H.

    "Ini bentuk rasa syukur kami, manakala dapat berbagi dengan sesama itu merupakan suatu nikmat yang tak terkira, apalagi dibulan suci ramadhan ini," ungkapnya, Kamis (14/6/18).

    Disebutkannya dalam pembagian sekitar 795 paket lebaran yang terdiri dari 1 Kg daging sapi yang dikemas bersama dengan beras seberat 2,5 Kg itu.

    Bang Kadir sengaja melibatkan puluhan kader partai berlambang kepala Garuda itu untuk menjemput bola, yakni dengan mengantarkan langsung paket lebaran tersebut kerumah-rumah warga.


    "Ratusan paket lebaran itu kami bagikan merata di empat desa yakni Sindetlami, Besuk Kidul,  Jambangan,  dan Alassumur,"sebut pria yang akrab disapa Bang Kadir ini.

    Dia berharap adanya ratusan paket lebaran yang telah dibagikan kepada masyarakat itu, memberikan manfaat dan dinikmati oleh masyarakat luas, "Jangan dilihat kuantitasnya,  tapi niat kami tulus ingin berbagi dengan sesama," tandasnya. (Tofa) 

    ,

    Ketua MWC Tegal Ampel, Samsul Tahar dan Ketua PC NU KH. Abdul Qadir Syam dan saat bersama warga dalam kegiatan di desa Sumber Tengah, Binakal dan sejumlah KRTP.

    Bondowoso - Sebagai bentuk komitmen NU Bondowoso untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat baik dalam hal aqidah, Ubudiyah maupun sosial, sejumlah pengurus NU Bondowoso melakukan serangkaian kegiatan pemberian santunan kepada ratusan janda yang diantaranya adalah calon penerima program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) Kabupaten Bondowoso.

    Salah satu pendamping PFK Kabupaten Bondowoso, Alumnus Syari'ah mengemukakan bahwa pihaknya mengajukan kerjasama dengan NU agar sebagian santunan baik dari NU maupun pengurus NU untuk disisihkan kepada sejumlah Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) yang menjadi calon penerima program PFK Jalin Matra 2018 di desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal.

    " Kebetulan suami kan pengurus NU. Jadi sekalian saya kerjasama. Kemarin ada pengurus NU yang bermaksud memberikan bantuan sembako. Kita diberi jatah 30 orang untuk diberikan kepada KRTP," katanya.

    Bantuan tersebut sudah diserahkan kepada KRTP (Kepala Rumah Tangga Perempuan),  Ia berharap kedepannya kerjasama ini terus ditingkatkan.

    Sementara hal yang sama juga dilakukan di kecamatan Tegal Ampel. Ketua MWC Tegal Ampel, H. Samsul Tahar yang memang rutin tiap tahun berbagai dengan warga kurang mampu juga memberikan santunan kepada ratusan janda termasuk juga KRTP. Selain itu, sejumlah guru ngaji juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pemberian santunan itu.

    Kegiatan ini sebenarnya rutinan di lakukan oleh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) utama di Kecamatan Tegalampel. Namun,  pada tahun ini, di kemas berbeda yakni, silaturahmi di bulan suci Ramadhan ini yang bertempat di kediaman Samsul Tahar, kebetulan beliau adalah ketua MWCNU Kecamatan Tegalampel, dengan cara mensinergikan para guru ngaji dengan NU. 

    "Dalam kegiatan kali ini, dikemas dengan beberapa rentetan acara yakni,  bekerjasama dengan Kepala Desa Karanganyar untuk mengumpulkan guru ngaji se Desa Karanganyar,  dengan tujuan silaturahmi untuk mempererat tali silaturahmi utama pada guru ngaji," jelas Tahar.

    Lebih lanjutnya, Tahar sapaan akrabnya, Guru ngaji di desa ini perlu diperhatikan utamanya dalam kesejahteraannya, karena para guru ngaji inilah yang mampu membuka pintu agama bagi para generasi umat islam ke depannya.

    Selain dengan di laksanakan silaturahmi ini,  pertuman kali ini adalah untuk memperkuat ajaran Nahdiyyin bisa tetap berjalan dengan baik di plosok desa, sehingga generasi kita tidak silau dengan ajaran Nahdlatul Ulama. 

    "Kegiatan seperti ini, perlu di tingkatkan, agar garis keras atau bahkan teroris tidak mampu menjalar di desa, ini adalah peran penting MCNU dan para Guru ngaji,"  Masud Ali,  selaku wakil ketua Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bondowoso. 
    Lebih lanjutnya,  ini tidak lain untuk memper erat silaturahmi hubungan antara manusia dan manusia, juga memper erat hubungan ke agamaan yang tentu yang sesuai dengan perilaku sesuai dengan para pendahulu kita, utamanya para ulama terdahulu yang telah mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama di negara ini utamanya di Bondowoso. 

    Samsul Tahar menambahkan, selain ngaji bareng utamanya menyambungkan ajaran NU di lapisan masyarakat juga,  acara ini di tutup dengan acara buka bersama, tentu dengan demikian akan selalu di kenang bagi ingatan kita, paling tidak acara ini adalah salah satu benteng untuk menjaga generesi kita. 

    "Jika ajaran NU menyebar di lapisan masyarakat bahkan mampu menghiasinya,  maka niscaya di lokasi atau desa tersebut akan selalu aman, tentram bahkan makmur," pungkas H. Masud Ali. (Jamharir)

    ,

    Koordinator Jalin Matra Kabupaten Probolinggo (Jamharir) bersama ketua Baznas KH. Muzammil./ Foto mr. Jam's. 

    PROBOLINGGOO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Probolinggo berkantor di Gedung Islamic Center Kota Kraksaan 

    BAZNAS Kabupaten Probolinggo salah satu Baznas yg di nilai berjalan dengan baik di Jawa Timur 14 Kabupaten dari 38 kabupaten kota, banyak program yg sudah di jalankan oleh Baznas Kabupaten Probolinggo terutama bulan Romadhon ada 1.750 Sembako yg di berikan ke masyarakat Miskin dengan nilai  paket kisaran @Rp.150.000 / orang  dengan 9 macam jenis kebutuhan Pokok yang tersebar di kecamatan se Kab probolinggo, agenda rutin ini dilaksanakan di bulan suci romadhon, selain itu banyak kegiatan atau program yg di luncurkan oleh BAZNAS Kabupaten Probolinggo, seperti Rumah tdk layak huni (RTLH), Program Pemberdayaan fasilitasi keluarga miskin yg di rawat di rumah sakit dan tidak punya keluarga untuk biaya hidup di rmh sakit, ada juga Program Untuk Janda dengan bantuan setiap Bulan dengan syarat tertentu dll tutur Kh MUZAMMIL Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo.

    Program Jalin matra PFK dengan sasaran Program Para Janda sangat diterima dengan baik oleh Ketua BaZNas Kabuoateb probolinggo. Kita bisa singkronkan dan sinerginitas jalin matra PFK. dengan program Baznas yang ada. 

    Menurut KH. Muzammil "tujuan memaksimalkan potensi zakat maupun infaq untuk sebuah tujuan mulia yakni untuk memberdayakan masyarakat. program pemberdayaan sudah dilaksanakan yakni dengan pembelian Sapi di kalangan masyarakan sangat bagus perkembangannya namun harus tetap kita pantau karna ini masih pilot. program ini sangat baik untuk masyarakat", katanya. 

    Info terbaru insyaallah Zakat dari ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk tahun ini akan masuk ke BAZNAS dan akan menambah alokasi dana yg kami kelola tahun 2017 kami mengelola kisaran 1.3 M semoga tahun ini labih besar , kami hnya mengumpulkan dan menyalurkan ke masyarakat, tuturnya. 

    "Potensi infaq dan shodaqoh dari ASN kalo terkumpul semua dan rutin lumayan kisaran Rp. 6 miliar itu hanya dari ASN saja.  Namun faktanya kita tidak mencapai itu. Untuk itu, kita berharap tahun ini dan kedepan kami mampu mengelola seluruh potensi itu " ujarnya.

    "Menyalurkan dana zakat ke BAZNAS itu akan mendapatkan dua pahala. Yang pertama adalah melaksanakan perintah agama dengan membayar zakat, kemudian taat pada Ulil Amri atau pemerintah. Sebab, pemerintah juga mendorong masyarakat membayar zakat atau sodaqoh melalui BAZNAS," katanya.

    Nantinya, BAZNAS lah yang akan menyampaikan zakat mereka itu ke yang berhak memerima. Selain itu, BAZNAS juga memiliki program untuk memberdayakan masyarakat melalui dana zakat dan shodaqoh. Kemudian, BAZNAS juga memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana zakat melalui sistem informasi yang berbasis BAZNAS. 

    Muzammil juga mengemukakan "Bahwa pihaknya juga berharap besar agar para pengusaha serta asosiasi perusahaan juga membayar zakat mereka melalui BAZNAS", tandasnya. (JAMHARIR)

    ,

    Bupati Bondowoso Drs. Amin Said Husni (tengah) bersama pengurus BAZNAS. 

    BONDOWOSO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso berencana melakukan kampanye zakat di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (23/5/2018).

    Kampanye zakat ini akan dihadiri Bupati Bondowoso, Drs. Amin Said Husni, pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Karna Suswandi, MM serta perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, kampanye zakat tersebut juga akan dihadiri oleh 10 orang perwakilan pengusaha maupun asosiasi pengusaha yang ada di Bondowoso.

    Menurut salah satu pengurus BAZNAS Bondowoso, Ust. Sumoko, kampanye zakat ini sebenarnya digelar serentak di seluruh Indonesia yang saat itu juga Presiden Jokowi juga melaksanakan hal yang sama. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi zakat maupun infaq untuk sebuah tujuan mulia yakni memberdayakan masyarakat. 

    Di Bondowoso sendiri, potensi zakat dilingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja mencapai Rp. 6 miliar. Namun kenyataannya, BAZNAS hanya mampu mengumpulkan zakat dari mereka sekitar Rp. 900 juta hingga Rp. 1,2 miliar.

    "Potensi infaq dan shodaqoh Rp. 6 miliar dari ASN saja.  Tetapi faktanya kita tidak mencapai itu. Paling tinggi hanya Rp. 1,2 miliar. Untuk itu, kita berharap tahun ini kami mampu mengelola seluruh potensi itu. Kita sudah melakukan koordinasi dengan semua OPD, bahkan di tiap OPD itu sudah ada Unit Pengumpul Zakat, termasuk juga hal itu di tingkat kecamatan, Depag maupun di lingkungan Pendidikan," ujarnya.

    Menurut Sumoko, ada beberapa kendala yang menyebabkan potensi zakat di lingkungan PNS tidak maksimal diantaranya adalah kurangnya koordinasi dengan pihak pihak terkait. Oleh karena itu, pada tahun ini BAZNAS akan terus merupakan agar mampu memaksimalkan potensi zakat di lingkungan PNS.

    "Menyalurkan dana zakat ke BAZNAS itu akan mendapatkan dua pahala. Yang pertama adalah melaksanakan perintah agama dengan membayar zakat, kemudian taat pada Ulil Amri atau pemerintah. Sebab, pemerintah juga mendorong masyarakat membayar zakat atau sodaqoh melalui BAZNAS," katanya.

    Nantinya, BAZNAS lah yang akan menyampaikan zakat mereka itu ke yang berhak memerima. Selain itu, BAZNAS juga memiliki program untuk memberdayakan masyarakat melalui dana zakat dan shodaqoh. Kemudian, BAZNAS juga memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana zakat melalui sistem informasi yang berbasis BAZNAS. Bahkan tahun kemarin, BAZNAS Bondowoso mendapatkan predikat Wajar tanpa Pengecualian dari auditor di Surabaya.

    Sumoko juga mengemukakan "Bahwa pihaknya juga berharap besar agar para pengusaha serta asosiasi perusahaan juga membayar zakat mereka melalui BAZNAS. Untuk itu pihaknya mengundang mereka untuk ikut dalam rapat dan kampanye zakat", tandasnya. (JAMHARIR)

    ,

    Koordinator Jalin Matra Jawa Timu KH. Junaidi bersama Ketua BAZNAZ Kab. Bondowoso Muhlis. AR. 

    BONDOWOSO - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso, KH. Junaidi menerima kunjungan Muhlis Adi Rangkul, koordinator Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) tahun 2018 di kantor BAZNAS Bondowoso, Jl. A. Yani, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Selasa, (22/5/2018).

    Dalam kesempatan itu, Muhlis mengaku bahwa program Jalin Matra PFK 2018 merupakan salah satu program unggulan pemerintah Propinsi Jawa Timur yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui bantuan usaha produktif. Adapun sasaran program jalin Matra PFK adalah Kepala rumah tangga perempuan (KRTP) yang secara ekonomi tidak mampu. Mereka ini nantinya akan dibantu oleh pemerintah Jawa Timur agar memiliki usaha untuk membantu ekonomi masyarakat. 

    Selain itu, PFK juga memiliki program ceneling dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait maupun dengan instansi lain yang memiliki komitmen dalam program pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, OPD terkait maupun instansi yang memiliki komitmen untuk pemberdayaan dapat membantu mensukseskan program tersebut sehingga KRTP yang memiliki usaha dan ingin meningkatkan usahanya semakin berkembang.

    "Untuk itu kita ingin bekerjasama dengan BAZNAS Bondowoso untuk ikut serta mensukseskan program jalin Matra dengan memberikan sedikit progam progam yang ada di BAZNAS untuk disinergikan dengan jalin Matra," ujarnya.

    Ketua BAZNAS Bondowoso akan menindaklanjuti, Setelah mendengar dan memahami penjelasan itu, Namun pihaknya menggarisbawahi bahwa pihaknya sangat sepakat apabila ada sinergi antara program jalin matra dengan BAZNAS. "Insyaallah kita bisa kerjasama nanti setelah puasa. Kalau memungkinkan kita akan menjadikan salah satu desa yang menjadi sasaran program jalin Matra itu untuk kami jadikan desa binaan BAZNAS," kata KH. Junaidi.

    Selanjutnya, Muhlis mengaku akan menyiapkan berkas berkas dan data data yang dibutuhkan oleh BAZNAS. Menurut Muhlis, jika semua berjalan Sesuai rencana, maka tahun ini KRTP akan lebih sejahtera dan mandiri. Muhlis juga mengaku juga akan melakukan ceneling dengan OPD lain diantaranya adalah Dinas Kesehatan, Disperindag.
    Untuk dinas kesehatan pihaknya akan mengharapkan adanya program yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan lainnya, sedangkan dengan Disperindag pihaknya juga akan meminta kerjasama di bidang pelatihan pengembangan usaha KRTP dan juga bantuan usaha produktif. (JAMHARIR)

    , ,

    Korban tewas di TKP. Bripka Galuh Dwi Setiawan 


    Probolinggo - Nahas dialami Bripka Galuh Dwi Setiawan dia mengalami Kecelakaan maut pada, Selasa (17/4/2018) pagi sekitar pukul  09.00  WIB  di jalan  jalan raya Sukapura   Desa Sepohgembol Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo. Menurut keterangan sebelum terjadinya kecelakaan korban terjatuh dari sepedanya setelah sepada Suzuki Satria Fu yang ditumpanginya tersenggol motor pengendara lain dan akhirnya korban terjatuh ke badan jalan sebelah kanan.

    Korban tewas bernama Bripka Galuh Dwi Setiawan warga Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dia merupakan  seorang anggota Polisi  Sektor Sukapura Kabupaten Probolinggo tewas setelah alami kecelakaan saat  lepas dinas dari tempat kerjanya.

    "Pada saat yang bersamaan tubuh korban terjatuh dan terlindas dum truk yang saya kemudikan," kata Sugi (45) warga Tulungagung yang merupakan sopir dumtruk dengan nopol S 9152 UU.

    Menurutnya, saat kejadian dirinya tidak sempat mengendalikan mobil yang dikemudikan dirinya. Dengan alasan jarak korban sekitar kurang lebih 5 meter. "Jadi kondisi pengereman sudah tidak bisa dilakukan apalagi muatan pasir yang dibawanya cukup berat sekitar 30 ton," terangnya  kesejumlah wartawan saat diamankan di Satlantas Polres Probolinggo Kota.

    Menurut Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Alfian Nurrizal, korban baru lepas dinas mau pulang kerumahnya . Sebelumnya  korban terjatuh akibat sepeda motornya  tersenggol motor pengendara lain. 

    Dari arah yang bersamaan ada sebuah dum truk dengan bermuatan pasir, saat terjatuh tubuh korban terlindas dumtruk tersebut. 

    "Dugaan atas kejadian ini  karena kelalaian sopir truk  saat mengemudikan mobil yang dikendaraannya seharusnya dia lebih berhati hati saat berkendara. Sopir truk sudah kami amankan untuk dimintai keterangan atas kasus kecelakaan ini bersama barang bukti yang diamankan dari TKP," tegasnya.

    Sementara itu, mayat korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan otopsi. (Tofa).

    , ,

    Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat memungut sampah yang berserakan di sekitar pesisir pantai pulau Gili, desa Gili Ketapang, Kecamatan sumberasih, Probolinggo, Rabu (6/12/17)
    PROBOLINGGO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pantai Gili yang diserbu sampah kiriman dari daratan. 

    Kapolres Probolinggo beserta rombongannya melakukan aksi sosial dengan membersihkan sampah disepanjang pantai yang terdapat di desa Ketapang, Kecamatan Sumberasih pada Rabu (6/12/17).

    Dalam giat tersebut, Kapolres probolinggo, AKBP fadly samad mengungkapkan bahwa giat tersebut merupakan bentuk sumbangsih kepolisian dalam kontribusinya menjaga kelestarian lingkungan. 

    Khususnya di pulau Gili yang kini sedang naik daun dengan objek wisata snorkelingnya. “Kami hanya berpartispasi dengan cara yang kami pikir efektif dalam meberikan contoh pada masyyarakat setempat untuk melakukan hal yang sama,” ungkapnya, Rabu (6/12/17).

    Mantan Kapolres Tuban ini lebih jauh menyebutkan bahwa selain melakukan giat bersih-bersih sampah di sepanjang garius pantai pulau Gili. 

    Pihaknya juga memberikan himbauan baik kepada masyarakat maupun juga para wisatawan yang kebetulan berkunjung ke satu-satunya pulau yang dimiliki oleh Kabupaten probolinggo itu, 

    “Responnya baik, dan ternyata dari penjelasan mereka sampah yang ada ditepian pantai itu, sebenarnya merupakan sampah kiriman dari wilayah daratan yang hanyut dan terdampar di pulau itu,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, AKBP Fadly Samad mengatakan agar hal tersebut janganlah menjadi alasan agar warga setempat dan juga pengunjung untuk tidak peduli akan keberadaan sampah tersebut,.

    “Karena pada dasarnya pantai yang sudah indah ini harus dijaga bersama dan jangan sampai dibiarkan kotor karena ulah orang lain,” tandasnya. (uje)

    Koordinator Jaka Jatim menyerahkan bantuan

    Pacitan- Setelah mothercare memberikan bantuan ke sejumlah warga terdampak bencana banjir di Pacitan, kini giliran LSM Jaka Jatim menyalurkan bantuan kemanusiaan ke warga terdampak bencana banjir di desa Nanggungan, Kecamatan Kota Pacitan, Minggu (3/12/17) sore lalu.

    Bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung oleh Koordinator Jaka Jatim wilayah Mataraman yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Ngawi, Magetan dan Madiun.

    Koordinator Jaka Jatim Kabupaten Ponorogo, Bagus Kurnia mengemukakan bahwa bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung ke warga terdampak bencana.

    "Kami mengumpulkan bantuan itu dari hasil sumbangan kawan kawan Jaka Jatim. Tidak banyak memang tetapi kami berharap agar Bantuan ini sedikit mengurangi beban mereka yang terdampak bencana," kata Bagus.

    Ia menambahkan bahwa antusiasme sahabat sahabat Jaka Jatim untuk membantu meringankan beban mereka cukup tinggi. Oleh karena itu ia mengaku sangat bangga memiliki sahabat sahabat yang peduli terhadap sesama. Bukan nominal yg jadi target utama namun kepedulian, kebersamaa n dan kesolidan teman-teman yg buat saya bangga.

    Ia juga berharap agar pemerintah juga segera melakukan upaya untuk memberikan penanganan yang optimal sehingga seluruh korban bencana terkurangi beban sosial dan psikologisnya.

    "Kami himbau agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada mereka yang terdampak bencana," katanya. Adapun bantuan yang diberikan oleh Jaka Jatim meliputi sembako, obat obatan, peralatan mandi,  baju layak pakai, susu untuk balita dan lainnya. (jam)

    Mothercare Jatim serahkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di Pacitan

    PROBOLINGGO, Mothercare Jawa Timur memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap sesama. Kali ini, mothercare Jatim mengirimkan bantuan sembako ke sejumlah warga yang terdampak Bencana alam di Kabupaten Pacitan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh sejumlah perwakilan pengurus mothercare Jatim.

    Menurut Jamharir, salah satu pengurus mothercare Jatim, mothercare adalah sebuah komunitas di Jawa Timur yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap sesama.

    "Mothercare itu yang merupakan sekelompok atau komunitas perempuan yang dibentuk untuk memberikan dampingan sosial dan pemberdayaan di masyarakat Jawa Timur.

    Komunitas ini memang bergerak  dibidang sosial dan pemberdayaan kemasyarakatan. Kita memang sangat care , di setiap Kabupaten atau kota kita memiliki perwakilan," ujarnya.
    Sembako siap dibagikan

    Dalam upaya memberikan bantuan terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Pacitan, kita sepakat untuk membantu mereka meski bantuan itu tidak banyak. Kita membantu mereka semampu kita.

    Bantuan itu kita serahkan langsung ke lokasi bencana pada 1 Desember 2017 kemarin. Semoga bantuan itu sedikit mengurangi beban mereka," katanya.

    Jamharir menegaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha mengabdi kepada masyarakat melalui bantuan bantuan sosial.

    "Harapan kita semoga ke depan kita tetap memiliki komitmen dan kepekaan sosial tinggi terhadap masalah sosial, dan pemerintah juga cepat tanggap dalam penanganan bencana semacam ini," (jam)

    ,

    AKP Ega Prayudi berfoto bersama ayahnya komedian Tukul Arwana
    PROBOLINGGO - Berakhirnya masa tugas AKP Tri Nuartiko sebagai Kasatlantas Polres Polres Probolinggo yang akan dimutasi sebagai Kapolsek Pucanglaban, kabupaten Tulungagung beberapa pekan kedepan.  Membuat posisinya yang kosong akan digantikan oleh AKP Ega Prayudi. 

    Menariknya AKP Ega Prayudi bukanlah seorang perwira biasa, lantaran ayahnya merupakan salah seorang aktor komedian terkenal di Indonesia yakni Tukul Arwana.

    Kepastian adanya mutasi di jajaran perwira di lingkungan Polres Probolinggo itu, dibenarkan oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad.

    Dia mengungkapkan bahwa mutasi jabatan Kasatlantas itu merupakan tindak lanjut dari adanya surat telegram dari Polda Jatim terkait penempatan atau mutasi jajaran perwira di lingkungan Polda Jatim.

    "Memang benar Kasatlantas Polres Probolinggo akan berganti, ini sebagai tindak lanjut adanya telegram dari Polda terkait mutasi tugas perwira di lingkungan Pollda Jatim," Ungkapnya, Rabu (29/11) kemarin.

    Dia menjelaskan untuk kepastian menjabatnya AKP Ega Prayudi yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur TU Subbagrenmin Ditlantas Polda Jatim itu baru bisa dilakukan saat adanya serah terima jabatan (Sertijab) maksimal 2 pekan mendatang. 

    "Informasinya Kasatlantas baru ini putra dari salah seorang komedian nasional, tapi tugas dan tanggung jawabnya tetap sama dimata saya dan tak ada yang diistimewakan," tegasnya.

    Dia berharap paska dilakukannya sertijab mendatang Kasatlantas baru dapat segera menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi di Polres Probolinggo. Dan mampu meningkatkan kinerja Kasatlantas yang sebelumnya sudah baik, "Harus lebih baik dari yang sebelumnya, itu harapan saya," tandasnya. (uje)

    ,

    Safiudin (47) saat dikunjungi oleh sejumlah pejabat Forkopimka Bantaran dan Kapolsek Bantaran. Dia akan segera direhabilitasi dengan layak di RSJ Lawang, malang.
    BANTARAN – Akibat gagal menikah sebanyak 2 kali, Safiudin (47) warga dusun Karang Tengah, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, mengalami depresi dan gangguan jiwa. Akhirnya oleh pihak keluarga, Safiudin pun dipasung selama kurang lebih 30 tahun. Namun kini dia memiliki harapan untuk sembuh setelah oleh pihak keluarganya diijinkan untuk menjalani rehabilitasi di Rumah sakit Jiwa (RSJ) Lawang Malang.
               Hal tersebut tak terlepas dari bujukan Kapolsek Bantaran AKP Sujianto beserta pihak Dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Probolinggo dan Forkopimka kecamatan Banyuanyar yang berhasil membujuk dan memberikan pembinaan pihak keluarga, agar Safiudin segera menjalani proses rehabilitasi demi kesembuhannya,
    “Berulang kali kami bujuk dan akhirnya pihak keluarga menerima penjelasan kami dan bersedia agar yang bersangkutan dibawa ke RSJ Lawang untuk direhabilitasi,” ujar AKP Sujianto, Senin (6/11) kemarin.
    Dia mengungkapkan bahwa Safiudin telah dipasung selama kurang lebih 30 tahun sejak usia 17 tahun dirumah milik orang tuanya yakni Sarinoto (75). Selama kurun waktu itu pula Safiudin dirawat oleh ibunya dalam kondisi kaki terikat rantai.
    Rantai tersebutlah yang membatasi ruang gerak Safiudin yang disebutkan mengalami gangguan jiwa paska gagal menikah dan sempat mengikuti ajaran salah seorang guru spiritualnya, “Ketika ditanya ilmu apa dan siapa gurunya dia tak mau menjawab,” katanya.
    Terpisah Sarinoto, menyebutkan bahwa kondisi anaknya sebenarnya tidak mengalami
    gangguan jiwa. Hanya saja terkadang memang emosinya kadang muncul tiba-tiba dan tak bisa diprediksi. Demi alasan keamanan oleh pihak keluarga besar akhirnya memutuskan untuk memasung kaki Safiudin dengan rantai sambil berharap dia tak mengganggu dan membahayakan warga lainnya, “Selain itu juga kami sangat ingin dia sembuh, sehingga kami bersedia dia dibawa ke Malang,” ujarnya.
    Selain itu di menceritakan bahwa kondisi awal anaknya itu dari kecil hingga berusia sekitar 16 tahun kondisinya normal layaknya anak pada umumnya. Namun perangainya berubah ketika dia menginjak usia 17 tahun dan sempat gagal menikah sebanyak 2 kali, lantaran pihak perempuan ketakutan akan emosi Safiudin yang labil.
    “Sebenarnya kami sakit dan tak tega melihatnya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi kami tak punya biaya untuk mengobatinya, sedangkan kondisi ekonomi kami sendiri pas-pasan,” sebutnya.
    Bahkan disebutnya hanya untuk sekedar berobat ke Puskesmas terdekat saja dia tak berani. Lantaran takut tak punya biaya untuk perawatan dan untuk membeli obat yang harganya diluar jangkauannya, “Kami sangat bersyukur apabila anak kami itu diobati dan dirawat hingga sembuh di rumah sakit di Malang,” tandasnya. (uje)

    Jaringan Kawal Jawa Timur (Jakajatim) Siap Hadapi Gugatan Pemprop Jatim

    SURABAYA - Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur memenangkan gugatan yang dilayangkan oleh LSM Jaka Jatim. Namun kemenangan itu berujung gugatan balik yang dilayangkan oleh pemerintah provinsi (Pemprop) Jawa Timur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

     Aksi saling gugat ini berawal dari adanya putusan dari Komsi Informasi Publik (KIP) yang meminta agar Pemprop Jatim memyampaikan informasi publik  terkait penggunaan Dana Hibah dan Dana Sosial, Pemerintah Jawa Timur yang nilainya cukup fantastis yakni Rp. 7 Triliun lebih pada tahun 2017.
        KIP Jawa Timur bahkan telah memerintahkan Pemprop Jatim untuk membuka seluruh informasi publik terkait dengan dana sosial dan hibah itu kepada Jaka Jatim. Surat itu sendiri dikeluarkan pada Kamis (28/8/2017) lalu.
            Namun, putusan KIP Jatim itu dianggap angin lalu. Bahkan Pemprop Jatim kini balik menggugat Jaka Jatim ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Atas gugatan balik itu, LSM Jaka Jatim pun meradang.
          Bahkan LSM Jaka semakin bersemangat untuk terus membongkar persoalan dana hibah dan dana sosial yang nilainya cukup fantastis.
          Kuasa hukum LSM Jaka Jatim, Bakti Riza Hidayat, SH, C.L.A , mengungkapkan pihaknya siap menghadapi gugatan Pemprop Jatim tersebut.  Lantaran kliennya bukan merupakan lembaga negara,
         “Sangat aneh jika kemudian kami digugat ke PTUN, legal standingnya tidak masuk. Meski demikian kita sangat siap menghadapi gugatan,” katanya, Jumat (3/11/2017).

         Bakti menambahkan apabila tindakan Pemprop Jatim yang menggugat balik kliennya, semakin menguatka  dugaan bahwa ada ketidak beresan di dalam penggunaan dana hibah dan dana sosial yang dihibahkan itu.
         Sebab, menurutnya apabila Pemprop Jatim patuh pada aturan, seharusnya mereka mematuhi amar putusan KIP yang memerintahkan Pemprop untuk membuka seluruh kran informasi dana hibah dan sosial sebagaimana  yang diminta Jaka Jatim.

       “Keuntungan lainnya adalah jika Pemprop patuh pada putusan KIP, maka Pemprop akan menjadi panutan dan mendapat apresiasi masyarakat. Sehingga dengan menggugat balik kami, kecuriagaan kami atas adanya ktidak transparan dalam penggunaan dana hibah ini semakin menguat," tegasnya.

    Bakti menyampaikan awal mula pengaduan mereka berawal dari adanya sejumlah pihak yang menyebut ada sejumlah temuan dan indikasi melawan hukum dalam penggunaan dana hibah dan bantuan sosial tahun 2017.
         Dari laporan itu, Jaka Jatim kemudian mengajukan permohonan informasi tersebut ke Pemprop Jatim untuk membuktikan apakah laporan yang masuk itu nyata atau tidak.

    Namun, permohonan itu tidak dikabulkan oleh Pemprop Jatim, sehingga Jaka Jatim kemudian mengajukan gugatan ke KIP Jawa Timur. Hasilnya, KIP memenangkan gugatan itu dengan meminta agar seluruh akses informasi yang diminta oleh Jaka Jatim dibuka.
         “Motivasi kami yakni ingin mengetahui sejauh mana pemanfaatan dan penggunaan dana hibah itu, kalau memang tidak ada bukti penyimpangan, kenapa harus ditutupi," tandasnya. (jam)


Top